Baitul-Ummah.org

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Artikel

Bisnis Berjamaah: Jalan Tol Menuju Surga Dunia dan Akhirat

E-mail Print PDF

Sholat sendiri pahalanya 1, sedangkan sholat berjamaah pahalanya 27. Nah bagaimana kalau konsep Allah ini dipakai dalam berbisnis? Luar biasa dahsyatnya apalagi dikombinasikan dengan konsep infak, Subhanallah.

Bisnis x Berjamaah x Infak = Surga Dunia dan Akhirat

Bisnis. Usaha yang menghasilkan uang adalah bisnis. Uang merupakan konsekuensi logis dari bisnis, karena uang merupakan alat utama dalam bisnis. Uang bukan segala-galanya tetapi segalanya butuh uang.

Uang sangat penting untuk menjalankan tugas kekholifahan berbuat kebaikan dimuka bumi Allah. Meminjam istilah yang digunakan oleh Robert T. Kiyosaki yaitu orang bekerja untuk uang atau uang bekerja untuk orang. Untuk membuat uang bekerja untuk manusia caranya hanya lewat bisnis.

Yang dimaksudkan bisnis oleh Robert T kiyosaki adalah bisnis yang ada di kuadran kanan di buku cash Flow quadran. Lebih sederhananya adalah bisnis berjamaah.

Uang menjadi 90% bagian dalam bisnis. Informasi ini sudah disampaikan sebelumnya oleh Rasulullah. Rezeki Allah 9 bagian di dagang dan 1 bagian di luar dagang.

Kesuksesan berbisnis, kenyataannya menunjukkan bahwa sangat di dukung oleh kecerdasan emosi/EQ. Feeling/kepekaan rasa/EQ seorang pengusaha sangat dominan dalam berbisnis. Kalau rasa /EQ tersebut tunduk pada hati nurani/SQ subhanallah, di dunia panen dan di akhirat pun panen (kami bahas di buku Memperbesar Suara Hati Nurani).

Menurut pakarnya, kapasitas pikiran/IQ hanya sekitar 13 % (otak kiri) dan kalau ini dipaksakan akibatnya badan jadi hancur. Kapasitas otak kanan/ESQ sekitar 87 %. Yang selama ini diandalkan adalah otak kiri/logika/IQ padahal kapaitasnya hanya sedikit dan resikonya berat, dunia maupun akhirat (dibahas dibuku Sehat Itu Ibadah).

Sorga dunia dan sorga akhirat saling berkaitan. Kalau di dunia semua serba sumpek: miskin hati dan miskin materi, apakah masih berharap/bermimpi dapat sorga akhirat? Itu mengingkari sunnatullah, berarti mimpi buruk. Nauzu billahi min dzalik.

Berjamaah adalah dua orang atau lebih melakukan suatu usaha atau aktivitas. Berjamaah berarti menghargai orang lain, mengakui ada pihak lain yang ikut berpartisipasi dan hasil yang diperoleh dengan berjamaah tersebut ada hak orang lain.

Sikap yang mutlak diperlukan orang bila berjamaah adalah sikap menghargai orang lain dan sikap mau berbagi. Melakukan usaha sendiri mendapatkan nilai 1, namun bila melakukan secara berjamaah mendapatkan 27. Saya pinjam rumus bersinerginya Stephen Copy yaitu hasil yang diperoleh orang yang bersinergi adalah deret ukur atau multiplier.

Contoh 1 :

A B C dan D masing-masing kapasitasnya 2, bila bekerja sendiri, masing-masing mendapatkan 2

Bila A,B dan C bekerja sama (bersinergi/berjamaah) maka hasil yang diperoleh secara keseluruhan adalah; 2 x 2 x 2 = 8. Masing-masing anggota memperoleh 8 : 3 = 2,66

Bila kelompok yang beranggotakan 3 orang tadi ditambah anggotanya dengan D maka hasil yang diperoleh; 2 x 2 x 2 x 2 = 16. Masing-masing anggota memperoleh 16 : 4 = 4.

Contoh 2:

Bila A,B,C dan D kemampuannya ditambah masing-masing 1 sehingga bila kerja sendiri masing-masing dapat 3.

Hasil yang diperoleh bekerja sama 4 orang adalah; 3 x 3 x 3 x 3 = 81. Masing-masing anggota akan memperoleh 81 : 4 = 20, 25

Kita bandingkan dengan hasil contoh pertama masing-masing memperoleh 4 , tetapi kalau setiap anggota menambah kapasitas dirinya hanya masing-masing 1 unit saja maka hasil yang diperoleh masing-masing naik menjadi 20,25. Luar biasa.

Bagaimana kalau menambah 1 orang dengan kapasitas 3 juga yaitu E, hasilnya ;

3 x 3 x 3 x 3 x 3 = 243 bila dibagi lima hasilnya masing-masing dapat 48.6.

Kerja sendiri dapat 3 tetapi setelah kerja berlima maka lompatan dahsyat yang diperoleh masing-masing menjadi 48,6. Apakah ini tidak menggiurkan untuk diperjuangkan?

Bila kita hanya menggunakan otak kiri/IQ saja, maka kita hanya bisa menghitung kelipatan tersebut. Tetapi tak mampu membayangkan apakah bisa terjadi. Dengan demikian tak mampu pula untuk meyakini akan terjadinya. Karena pada dasarnya IQ/otak kiri kapasitasnya rendah, maksimal 13 %. Kalau tidak yakin pasti tidak mau melakukan dan kalau tidak melakukan pasti tidak dapat menikmati.

Hanya dengan menggunakan otak kanan/ESQ yang mampu membayangkan, meyakini, memperjuangkan melakukan dan terlebih lagi menikmati. Selamat menikmati surge dunia sebagai down payment/pemanasan akan sorga akhirat. Aamiin ya Rabbal aalamiin .

Teori ini telah kami terapkan (sekitar satu tahunan). Dari pengalaman ini Insya Allah akan menyusul buku kami yang dilandaskan pada hasil pengelolaan di lapangan.

Dalam kenyataan di lapangan, mengajak orang bekerjasama luar biasa sulitnya. Orang yang sudah terbiasa bekerja sendiri berarti hasil yang diperoleh dimiliki semua. Ketika di ajak kerjasama berarti hasil ini akan dibagi. Pada perhitungan inilah banyak yang merasa berat untuk menjalankan bisnis berjamaah.

Infak berarti memberikan apa yang kita punya kepada pihak lain, yang membuat Allah mengembalikan kepada kita lebih banyak lagi. Allah menjanjikan 10 kali lipat bahkan bisa 700 kali lipat.

(QS. 6 : 160) Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan Barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka Dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

(QS. 2 : 261) Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.

Matematika otak kiri /IQ adalah 1 – 1 = 0

Matematika otak kanan/ESQ adalah 1 – 1 = 10 bisa jadi juga 1 – 1 = 700

Ada sebuah pengalaman menarik dari klien saya di klinik Pengembangan Diri dan Bisnis. Saat konsul tentang permasalahannya, salah satu saran saya adalah ber infak. Saran saya padanya disertai dengan kisah nyata yang saya alami keluar dari masalah kebangkrutan dalam bisnis dengan cara berinfak.

Beberapa hari kemudian dia datang dengan wajah berseri-seri. Saya persilahkan dia bercerita tentang apa yang dia alami. Dia bercerita bahwa pada awalnya ia tidak tergerak untuk mengamalkan saran saya, karena adanya keraguan. Tetapi setelah mendengar cerita pengalaman saya, ia melakukannya.

Dan ternyata ia kaget luar biasa. Ia adalah salah satu pendatang baru di Malang. Ia membuka usaha menjahit dan memasang tulisan menerima jahitan di tempatnya untuk menarik masyarakat. Kemudian ia berinfak dan berdo’a pada Allah. Alhamdulillah sejak saat itu, orang berdatangan membawa jahitan, Subhanallah.

Sebuah kisah nyata lainnya. Saya membina kelompok pengajian di pinggir sungai berantas di Malang. Penduduknya banyak dari kelompok pemulung. Mereka mengatakan pengajian kami itu pengajian bisnis, materi yang diberikan adalah pengembangan diri dan bisnis berbasis PIESQ PLUS. Materi melapangkan dada/hati dan infak adalah andalannya. Saya motivasi mereka untuk bisnis dan berinfak.

Kami pinjami dana infak bergulir tanpa bunga. Kami bimbing jamaaj untuk malakukan usahanya. Ketika waktu pengajian setiap dua minggu sekali, mereka mengangsur disertai tabungan dan infak. Rata-rata besarnya infak mereka sama dengan tabungannya, bahkan kalau uangnya terbatas maka hanya infak saja. Artinya saya kondisikan mereka dengan nomor satuaan infak, termasuk jika tidak mempunyai uang, maka tidak bermasalah jika infak walaupun hanya Rp 500 saja.

Saya sarankan setiap hari sholat dhuha dan sholat malam walau hanya 2 rakaat. Menurut jamaah yang terlibat, hasilnya luar biasa. Sampai saat ini (ketika menulis artikel ini) sudah ada tiga unit usaha bersama yang telah dibangun dan berjalan di lokasi pemulung tersebut. Insya Allah kami akan menulis kisah mereka dalam buku tersendiri secara detail.

Bisnis Berjamaah dengan Dana Infak

Bermula dari membaca bukunya Erbe Sentanu Quantum Ihlas dan mendengarkan CD nya 2 x sehari selama 40 hari. Sekitar satu mingguan mendengarkan CD tersebut, muncul ide mendirikan Inkubator Pengusaha Potensial (IPP). Sebagai Dosen melakukan pengabdian masyarakat (salah satu tugas tri dharma perguruan tinggi), saya kumpulkan 50 orang yatim dan duafa se Malang Raya. Saya didik mereka selama 6 bulan teori dan praktek. Materi yang diberikan adalah Pengembangan Diri Dan Bisnis berbasis PIESQ PLUS secara gratis, di ruangan yang eksklusif yang dimiliki lembaga pendidikan tempat kami mengajar (pertolongan Allah, Pimpinan Perguruan Tinggi kami mendukung).

Aplikasi dari materi yang diberikan adalah Perusahaan Berjamaah Nurani. Wujud dari kegiatan ini adalah menyatukan/memayungi usaha-usaha bersama yang didirikan di desa binaan. Perusahaan-perusahaan yang dibentuk dari Alumni IPP, tersebar di Malang Raya. Usaha ini menggunakan modal awal dari dana infak dan dilanjutkan dengan tabungan dari para pengelola Usaha Bersama dan anggotanya.

Contoh: salah satu usaha bersama (Uber) hasil dari kegiatan IPP adalah agen sabun cair isi ulang yang di produksi di jawa Barat. Masing-masing anggota kelompok dipinjami modal untuk memasarkan produk ini ke konsumen. Modal bersifat bebas bunga dan dipinjami dari infaq anggota. Alhamdulillah, manfaatnya tidak saja dari segi materi (laris), namun banyak anggota masyarakat sekitar yang selama ini tidak pernah ke mushollah jadi terlibat dalam pengajian dan pelan-pelan anggota jamaah tersebut belajar sholat. Barakallah.

Konsep Allah, shalat berjamaah mendapat pahala 27 kali lipat dari shalat sendiri, infak diganti minimal 10 kali, dan rasul mengungungkapkan bahwa uang 90 % ada di bisnis. menggiurkan...…tapi itu lho…… musuh manusia suka nakut-nakutin… syaitonirrojim. Lawan aja……tuh…….jangan takut, syetan itu berani kalau kita takut tapi kalau kita berani pasti dia takut, apalagi kalau backing kita Allah wouhhh ….. pasti syetannya lari terbirit-birit…… mau buktikan ? pasti …….hasilnya kaya/surga dunia kaya/surga akhirat. Selamat berjuang ……….Allahu Akbar…….3x Maju terus pantang mundur…….serbu terus laknatullah dalam diri (berupa bisikan dalam hati) dan disekitar kita (numpang pada manusia). Waspadalah………



Last Updated on Tuesday, 18 May 2010 08:12  

Ayat-Ayat Pilihan

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah...(QS Al-Baqarah: 276)

Newsflash

Target 2015 : 50 titik wilayah das brantas terberdayakan