Baitul-Ummah.org

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Artikel

Pentingnya Karakter Positif Bagi Anak

E-mail Print PDF

 

Anak pada dasarnya adalah manusia muda yang mempersepsi segala sesuatu secara konkrit dan lugas. Aktifitas yang melibatkan kinerja fisik dan otak sekaligus, dapat menjadi pelajaran berharga yang lebih mudah di cerna, dipahami dan diingat oleh anak. Oleh karena itu, bermain menjadi media belajar yang sangat penting dan memiliki peran vital dalam perkembangan anak, baik secara fisik, emosi, maupun pikiran.

Melalui bermain anak dapat melakukan eksplorasi dan menjawab rasa ingin tahunya. Melalui bermain anak dapat memunculkan ide-ide kreatifnya dan merekam semua aktifitas yang ia lakukan ketika bermain. Memori inilah yang kadang muncul dan mengilhami sifat serta sikap anak ketika tumbuh menjadi dewasa nantinya.

Namun jika kita amati metode pengajaran di sekolah-sekolah saat ini, anak menjadi pemeran pasif dalam sistem pembelajaran. Metode pembelajaran yang digunakan cenderung membungkam aktifitas fisik anak dan memaksa mereka untuk duduk diam secara tertib sehingga memudahkan berlangsungnya proses belajar-mengajar menurut guru atau orang dewasa lain yang sepakat dengan metode ini. Keberadaan sekolah-sekolah bertaraf internasional yang justru malah menambahkan beban belajar anak tanpa diimbangi dengan metode pengajaran yang tepat membuat anak semakin kehilangan eksistensinya.

Pertanyaannya adalah, apakah yang dibutuhkan anak-anak kita untuk membangun masa depannya sehingga Ia tumbuh menjadi pribadi yang tulus, jujur, dan bahagia? Apa pula yang dibutuhkan bangsa kita supaya tumbuh menjadi bangsa yang adil dan makmur?

Unuk membangun masyarakat yang adil dan makmur, yang kita butuhkan adalah mencetak individu-individu masyarakat tersebut menjadi individu yang memiliki karakter positif. Dengan memiliki karakter yang positif, individu tersebut akan tumbuh menjadi individu yang tulus, jujur, optimis dan bahagia.

Dengan bekal kesadaran akan pentingnya peran karakter positif pada kehidupan anak di masa depan, Cendekia sebagai salah satu media pembelajaran yang dinamis memiliki titik tekan diwilayah pembentukan dan pengembangan karakter positif anak melalui aktifitas bermain yang sarat akan ilmu pengetahuan.

Melalui eksperimen dan permainan-permainan sederhana, anak-anak difasilitasi untuk bermain dan bereksplorasi secara bebas di cendekia. Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kreatifitas, kemandirian, serta kepercayadirian anak. Metode belajar yang memadukan aktifitas fisik dan otak lebih mudah di cerna dan diingat oleh anak daripada duduk secara tertib di bangku sekolah sambil mendengarkan pemaparan teoritis yang dilakukan oleh guru-guru di sekolah pada umumnya.

 

 

Ayat-Ayat Pilihan

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membershikan dan mensucikan mereka... (QS At-Taubah: 103)

Newsflash

Kini pemberdayaan Lagzis Baitul Ummah telah sampai pada tahap 2 (dua), dimana setiap mustahik menerima pinjaman modal sampai dengan 2.000.000 rupiah.