Baitul-Ummah.org

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Artikel

Saya Berani Bermimpi

E-mail Print PDF

berani bermimpi“Saya diajarkan untuk berani bermimpi. Manusia yang tidak punya mimpi sama saja seperti sudah mati separuh”.

Begitulah jawaban Pak Kasyadi ketika ditanya oleh tim media LAGZIS Baitul Ummah mengenai apa yang diperoleh selama ini ketika bergabung dengan kelompok pemberdayaan LAGZIS Baitul Ummah. Bukan sekedar pemberdayaan dari segi ekonomi, tapi juga kepribadian.

Pak Kasyadi dan istrinya, Bu Supingeh, adalah salah satu anggota kelompok pemberdayaan dari wilayah Al-Kautsar. Bidang usaha yang digeluti adalah usaha konveksi.

Sebelum bergabung dengan kelompok pemberdayaan LAGZIS Baitul Ummah, Pak Kasyadi dan Bu Supingeh sering mengalami kesulitan modal ketika memperoleh order yang besar. Hal ini mengakibatkan sultinya usaha tersebut untuk berkembang. Keputusan untuk bergabung dengan LAGZIS Baitul Ummah diambil ketika ada teman yang sudah bergabung mengajak kedua pasangan ini.

 

Selama bergabung dengan LAGZIS Baitul Ummah, Pak Kasyadi dan Bu Supingeh mengikuti kegiatan pembinaan yang dilaksanakan oleh LAGZIS Baitul Ummah. Mulai dari pembinaan manajemen bisnis hingga pembinaan keagamaan.

Dari kegiatan pembinaan di atas, Pak Kasyadi dan Bu Supingeh merasakan banyak perubahan positif yang terjadi pada usaha yang digeluti. Saat ini, Pak Kaysadi dan Bu Supingeh sudah berani untuk menerima order dalam jumah besar. Misalnya order pakain tentara brimob.....

Saat ini pula, Pak Kasyadi dan Bu Supingeh sudah memiliki ruko di daerah rampal bernama ...(?). Pembukaan ruko di daerah strategis ini sangat membantu perkembangan usaha konveksi.

Perkembangan yang dirasakan tidak hanya dari segi ekonomi, tetapi juga perkembangan dari segi pola pikir dan keyakinan diri. Pak Kasyadi menyatakan “Umat Islam harus kuat secara ekonomi, jangan hanya suka mengemis. Kemajuan umat Islam juga ditentukan oleh terbebasnya umat Islam dari kemiskinan”.

Kesadaran tersebut pun berwujud terhadap pembukaan lapangan pekerjaan. Prioritas yang ditekankan pun bukan pada kemampuan calon pegawai, tetapi lebih pada kemauan diri yang kuat. Pak Kasyadi berpendapat, dengan kemauan yang kuat, seseorang bisa meraih kesuksesan dalam bidang apa pun yang digelutinya. Dengan prinsip ini, beliau membina dua pegawai barunya untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang konveksi.

Kesadaran mengenai pentingnya model pemberdayaan yang dijalankan oleh LAGZIS Baitul Ummah, juga mendorong Pak Kasyadi dan Bu Supingeh untuk menjadi muzakki. Tidak mau berhenti untuk sekedar menjadi muzakki, tetapi Pak Kasyadi dan Bu Supingeh berkeinginan kuat untuk dapat berinfaq dan bersadaqah lebih banyak lagi. Pak Kasyadi mengatakan “Infaq dan sadaqah yang sudah diberikan oleh para muzakki benar-benar membantu masyarakat miskin untuk berkembang. Saya ingin dapat berinfaq dan bersedekah lebih besar lagi”.

 

Last Updated on Tuesday, 30 August 2011 17:29  

Ayat-Ayat Pilihan

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membershikan dan mensucikan mereka... (QS At-Taubah: 103)

Newsflash

Target 2015 : 50 titik wilayah das brantas terberdayakan