Di dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah/2 ayat 183 Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Ayat di atas menjadi dasar kewajiban setiap orang yang beriman (mu’min) untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, yang juga termasuk salah satu rukun Islam dan salah satu cara untuk menjadi orang yang bertaqwa (Muttaqien).
Jadi puasa adalah salah satu cara agar orang mu’min menjadi orang yang taqwa (muttaqien). Dengan demikian ada dua manfaat bagi orang yang melakukan puasa yang pertama adalah non fisik yaitu menjadi pribadi muttaqien yang kedua adalah manfaat fisik yakni berupa kesehatan jasmani yang akan dijelaskan secara detil dalam tulisan berikut ini.
A. Manfaat non Fisik
Taqwa yang bermakna taat, tunduk dan patuh kepada segenap perintah Allah dan Rasulnya serta menjauhi segala larangannya, merupakan kata kunci untuk menghadapi berbagai problema. Jaminan Allah bagi orang yang taqwa:
-
Solusi semua persoalan dan kesulitan hidup (QS. At-Thalaq/65 ayat 2).
-
Allah akan memberi rezki dari arah yang tiada terduga (QS. At-Thalaq/65 ayat 3).
-
Allah menjadikan kemudahan dalam urusannya (QS. At-Thalaq/65 ayat 4).
-
Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya (QS. At-Thalaq/65 ayat 5).
-
Allah akan melipat gandakan pahala baginya (QS. At-Thalaq/65 ayat 5).
-
Allah akan memberikan Furqaan yakni petunjuk yang dapat membedakan antara yang haq dan yang batil, dapat juga diartikan disini sebagai pertolongan (QS. An-Al-Anfaall/8 ayat 21) .
-
Allah akan melimpahkan berkah (karunia) dari langit dan bumi(QS. Al-A’raf/7: 96).
-
Allah SWT menjamin orang-orang yang taqwa dengan segala kenikmatan di surga yang kekal abadi (QS. Al-Hijr/15:45).
B. Manfaat Fisik
Ternyata bukan hanya itu saja hikmah yang bisa didapat apabila kita melaksanakan puasa dengan benar sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya, akan tetapi dari segi kesehatan fisik, puasa amat sangat besar faedahnya. Bagaimana caranya agar puasa bisa menyehatkan. Ulasan berikut ini menjelaskan statement tersebut.
-
Sahur
Sahur adalah aktifitas awal yang harus dilakukan oleh orang yang akan melaksanakan puasa.
Rasulullah SAW bersabda:
”Makan sahurlah kalian karena di dalam makan sahur itu ada barakahnya.” (Muttafaq alaih dari Anas Ibnu Malik r.a. –BM. Hadits No. 679).
Ilmu kedokteran modern membuktikan manfaat sahur adalah:
-
Sahur akan mencukupi energi yang dibutuhkan tubuh manusia sampai zhuhur.
-
Sahur memperkuat tubuh.
Energi yang dihasilkan dari makan sahur akan membuat tubuh tetap panas, memperbaiki jaringan dan mempertahankan denyut jantung, pertumbuhan, pembiakan dan kesehatan. Bila makanan sahur habis, tubuh masih bisa menggunakan cadangan makanan simpanannya.
Di dalam hadits riwayat Zaid bin Tsabit r.a. ia berkata:
Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian kami melaksanakan shalat, kemudian saya bertanya: Berapa lamakah waktu antara keduanya (antara makan sahur dengan shalat)? Rasulullah SAW menjawab: Selama bacaan lima puluh ayat. (HR Muslim).
Lima puluh ayat ini sekitar 15 menit untuk saat ini. Dengan demikian maka makan sahur itu seperti sarapan.
Takaran makan waktu sahur hendaknya jangan berlebihan. Sebab hal itu akan menyebabkan sesak napas yang dapat mengganggu shalat shubuh, juga menambah beban pencernaan, sehingga kekurangan energi yang merupakan isyarat pembersihan tidak tercapai. Di sisi lain dapat menimbulkan penyakit susah berak, karena beban berat itu muncul pada siang hari saat pencernaan kurang aktif bekerja.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-A’raaf/7 ayat 31:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
31. Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
[535] Maksudnya: janganlah melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan jangan pula melampaui batas-batas makanan yang dihalalkan.
Setelah makan sahur, hendaklah jangan tidur.
Rasulullah SAW bersabda: Lumatkanlah makanan kalian dengan dzikrullah dan shalat dan janganlah kalian tidur setelah makan karena akan menyebabkan hati kalian menjadi kesat.
Ditinjau dari sisi kesehatan juga tidak baik, sebab Allah SWT menciptakan lambung manusia hanya satu, lain dengan hewan bisa lebih dari satu. Maka bila berbaring atau tiduran setelah makan, pergerakan makanan akan terhambat. Bila tidak tersedak (kesereten: bhs Jawa) atau makanan masuk ke jalannya pernapasan, maka makanan tersebut terlambat turun ke usus 12 jari. Makan yang mengandung lemak dalam ukuran besar, membutuhkan empedu yang banyak. Akhirnya ia akan mengendap dan berakhir dengan batu empedu. Aliran hati akan terganggu. Lama-lama hati akan rusak, jaringan sehat berubah menjadi parut dan kesat. Penyakitnya disebut sirosis hepatis.
Bagaimana kalau tidak sahur atau sahur tapi tidak diakhirkan?
Tidak sahur berarti energy sewaktu puasa diambil dari makan malam, sedangkan tidak diakhirkan berarti energy dari sahur dini. Keduanya mempercepat tahap pencernaan pada malam hari, sehingga pada siang hari tubuh akan kekurangan energy.
-
Waktu zhuhur (siang hari)
Dengan makan sahur kita akan kuat menahan lapar hingga zhuhur tiba. Setelah zhuhur kita akan kekurangan energy, maka otak yang paling membutuhkannya akan bereaksi. Rangsangan otak akan memaksa kelenjar pankreas mengeluarkan hormon glukagon, ia akan membakar glikogen (gula darah) yang tersimpan di hati menjadi glukosa (zat gula). Energi menjadi tercukupi dan hati menjadi ringan. Bila masih belum cukup maka dimulailah pembakaran lemak yang menumpuk di berbagai bagian tubuh, seperti pembuluh koroner yang mendarahi jantung, hati, usus dan ginjal. Bersamaan dengan pengurangan bebannya, ia bertambah kuat. Sesak napas akan berkurang. Usus yang bersih dari lemak yang berlebihan akan lebih bergairah. Buang air besar menjadi lancar. Selain itu berat badan akan berkurang dan tubuh menjadi enteng. Tidak ada lagi lutut yang sakit sewaktu sujud dan kaki yang tidak bisa dilipat. Perut kecil akan menjadikan tubuh sedap dipandang dan membuat bercinta dengan istri menjadi nikmat.
Puasa berarti tidak makan dan tidak minum lebih kurang 13 jam sejak waktu shubuh hingga waktu masuk manghrib.
Tidak makan berarti tidak ada pula gula, lemak, yang keduanya sebenarnya bermanfaat bila jumlahnya sesuai dengan kebutuhan dan membawa penyakit bila berlebihan.Diabetes atau kencing manis ringan yang bisa diatasi dengan diet akan tertolong. Penyakit kulit akibat kencing manis dapat teratasi. Lemak dan kolesterol juga berkurang sehingga kemungkinan terserang penyakit jantung bisa dihindari.
Tidak makan yang bermakna kurang garam, yang berarti mengurangi beban kerja jantung dan ginjal. Sebab garam bersifat mengikat air, sehingga bila berlebihan akan sembab menumpuk di tubuh dan menambah beban jantung dan ginjal. Dengan puasa maka garam akan keluar bersama keringat.
Tidak makan berarti mengistirahatkan usus. Sari makanan akan berkurang hingga kebutuhan akan darah untuk membawanya menjadi kecil. Karena itu darah yang berada di otak tidak perlu dikerahkan. Pikiran menjadi terang.
Tidak minum minum membuat tubuh mengalami dehidrasi atau kurang cairan ringan. Pekerjaan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh menjadi ringan. Tekanan darah atau tensi yang tinggi akan berkurang, sakit kepala akibat tekanan darah tinggi akan hilang. Beban ginjal yang mengeluarakan racun-racun tubuh dalam bentuk air kemih juga berkurang. Pembatasan minum ini sering digunakan dalam pengobatan jantung dan terutama ginjal.
Puasa juga berarti tidak ada teh, kopi, rokok, dan juga soft drink seperti coca cola, sprite, fanta dan lainnya. . Teh dan kopi memperbanyak air kemih hingga tubuh akan kekurangan berbagai mineral yang diperlukan. Rokok, selain membahayakan paru-paru, juga membuat perut gendut. Soft drink kaya dengan asam karbonat yang mengikat udara hingga perut menjadi gendut. Dengan puasa kekurangan mineral dan perut gendut dapat diatasi dan paru-paru menjadi sehat.
Akibat lapar dan haus, jalannya aliran darah bertambah mulus karena bebas hambatan, jantung semakin mudah, napas menjadi lapang, ginjal hemat, yang pada gilirannya memudahkan pembaruan sel-sel tubuh sehingga menghambat proses penuaan. Dengan kata lain, orang yang biasa melaksanakan puasa akan awet muda.
Sebaliknya tidur siang hari yang berlebihan karena termakan oleh hadits palsu yang menyatakan tidurnya orang puasa itu ibadah, akan menjadikan pencernaan melambat karena pengaruh simpatis, sehingga pembersihan tidak terjadi karena energy tetap tersimpan dan kebutuhan di penghujung puasa dipenuhi oleh cadangan makanan. Ia tidak merasa lapar tetapi tidak mendapat ni’mat, karena program pemeliharaan kesehatan yang direncanakan sebagimana yang dijelaskan di atas tidak terjadi.
-
Waktu berbuka (malam hari)
Rasulullah SAW menjelaskan dalam salah satu haditsnya:
Dari Sahl bin Said bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda: Tetaplah manusia di dalam kesejahteraan selama mereka menyegerakan berbukan puasa (Muttafaq alaih – BM. Hadits no. 677).
Dari Sulaiman bin ‘Aamir Adl-Dlabbi, dari Nabi saw. Sabdanya: “Apabila berbuka seseoran daripada kamu, hendaklah ia berebuka dengan kurma. Jika tidak ada maka hendaklah ia berbuka dengan air, karena ia pembersilh”. Diriwiyatkan dia oleh “Lima” dan dishahkan dia oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dan Hakim. (BM. Hadits no. 680)
Di Indonesia biasa dikenal dengan makan dua kali dalam buka puasa yakni makan yang pertama adalah untuk melepas lapar dan dahaga ketika adzan Maghrib berkumandang, biasanya berupa makanan ringan atau snack, ini penting untuk menutup kebutuhan energy dengan segera dan cepat hingga dapat menunaikan shalat Maghrib dengan baik. Dalam hadits di atas Rasulullah SAW sendiri menekankan dan mensunnahkan makan kurma.
Ilmu kedokteran modern membuktikan bahwa kurma ternyata di dalamnya terkandung 70% zat gula, dan dilengkapi dengan 2% protein, 2-3% lemak, berbagai mineral seperti kalium, kalsium, fosfor dan magnesium serta vitamin A, D, B1 dan B2. Kurma yang mudah dikunyah sehingga segera mencukupi kebutuhan gula yang terjadi pada saat kita puasa, dengan komposisi lengkap tanpa mengenyangkan.
Sedangkan air penting untuk ketahanan hidup, sebanyak 65% tubuh kita terdiri dari air. Tanpa air manusia hanya mampu bertahan antara 8-10 hari saja, tapi kalau dia minum air walaupun tidak makan maka manusia masih bisa bertahan hidup selama mingguan sampai bulanan. Meskipun air tidak menghasilkan energi, tapi air perannya sangat penting dalam sistem kehidupan, dan perlu juga diperhatikan bahwa hampir semua makanan mengandung air. Di samping itu air mudah didapat dan ada dimana-mana.
Usai shalat Maghrib kita makan. Takaran pada saat makan ini hendaklah jangan berlebihan.Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-A’raaf/7 ayat 31:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
31. Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
Di Indonesia pada saat bulan Ramadhan semua rumah dipenuhi dengan aneka kue, makanan dan minuman yang langsung dinikmati setelah berbuka, telah membudaya. Mereka melahap itu semua seperti manusia yang balas dendam karena pada pagi dan siang harinya tidak boleh makan dan minum, padahal semestinya inilah saat penentuan keberhasilan puasa. Makan berbuka seharusnya sekedar untuk memenuhi kebutuhan energy sampai tiba waktu sahur.
-
Shalat Tarawih
Shalat sunnah tarawih yang dilakukan pada bulan Ramadhan juga membawa dampak positif bagi kesehatan yang luar biasa. Setiap saat kita shalat tarawih tidak kurang 200 kalori yang terbakar. Hal ini sangat penting untuk membantu kelebihan makanan. Shalat tarawih membantu distribusi energy dengan melancarkan aliran darah di seluruh tubuh. Apa lagi kalau shalat tarawih itu dilakukan dengan berjamaah. Dijelaskan dalam suatu riwayat dari Abdullah bin Umar r.a. bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda :”Shalatul jamaa’ati afdholu min shalaati faddzi bisab’I wa ‘isyriyna darajatan” (Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendiri-sendiri). (Muttafaq alaih).
Shalat jama’ah akan mempererat silaturahim, menghilangkan kejenuhan dan memfasilitasi kegiatan ajar mengajar. Bukankah aktivitas yang kita lakukan bersama-sama jauh lebih menyenangkan daripada dilakukan sendirian.
-
Tidur malam
Di dalam Al-Qur’an surah An-Naba,/78 Allah SWT berfirman:
(9) dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat, (10). dan Kami jadikan malam sebagai pakaian.
[1546] Malam itu disebut sebagai pakaian karena malam itu gelap menutupi jagat sebagai pakaian menutupi tubuh manusia.
Tidur adalah perangkat hidup penting dan disediakan waktunya yaitu malam hari. Tidur nyenyak saat gerakan mata melambat (Non Rapid Eye Movement –NERM) adalah waktu parasimpatis. Saat itu pernapasan, denyut jantung, dan panas badan berkurang dan getah cerna meningkat. Waktu yang dibutuhkan bervariasi. Dengan menghitung transmisi listrik ke otak diketahui bahwa di antar REM dan NERM terdapat keteraturan. REM terjadi setiap 90 menit. Normal 4-6 kali. Tidur yang dibutuhkan berkisar antara 6-9 jam. Jadi bila tarawih selesai jam 21.00 wib dan bangun jam 03.00 berarti 7 jam.
Namun sayang sekali yang sering terjadi adalah sebaliknya. Kekhusyu’an malam bulan Ramadhan bukan karena ketatnya jadwal ibadah, tetapi kerena banyaknya makanan dan minuman serta acara televise. Bukan tadarrus Al-Qur’an, tapi malah memelototi TV sambil ngemil atau makan camilan atau snack sampai tengah malam. Akibatnya bertumpuk-tumpuk. Yang pertama kurang tidur membuat pencernaan kurang bekerja dengan baik, pada saat yang sama pencernaan dipaksa untuk mengolah berbagai makanan yang masuk, maka terjadilah penumpukan sisa makanan, sedangkan nutriea atau sari makanan ditumpuk dalam bentuk glikogen di hati atau lemak di seluruh bagian tubuh. Lama-lama semua pekerjaan alat tubuh terganggu. Hati kewalahan mengatur metabolisme, beban jantung bertambah, darah di otak berkurang, gerakan usus menjadi terhambat, dan akhirnya ginjal gagal mengeluarkan racun-racun sisa metabolisme,
Penumpukan itu menyebabkan gali lubang tutup lubang. Pembersihan yang dilakukan diganti dengan penumpukan baru. Glikogen dan lemak di dalam gudang tidak kunjung habis. Bila makan dan minum berlebihan sejak Maghrib sampai sahur ini dilakukan sepanjang bulan Ramadhan, puasa bukan menyehatkan malah justru berubah menjadi pembawa berbagai penyakit. Inilah musibah utama di bulan Ramadhan.
Dengan melakukan puasa Ramadhan selama lebih kurang 29-30 hari dengan cara yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW seperti di atas, badan menjadi terbiasa dan bukan hanya manfaat ruhani – jiwa atau psikis, tapi juga jasmani – raga atau fisik.
Manfaat pertama kita menjadi orang yang taqwa (Muttaqin) dengan menjadi muttaqin, maka, akan memperoleh keuntungan yaitu diadakan jalan keluar semua persoalan di dunia, diberi rizki dari arah yang tak terduga, dimudahkan segala urusannya, diberikan furqaan (petunjuk membedakan yang haq/benar dan batil/salah) dihapus kesalahan-kesalahannya di dunia, dibukakan berkah (karunia) dari langit dan bumi dan nanti di akhirat dia berhak menerima segala kenikmatan surga.
Selain itu manfaat kedua adalah manfaat yang secara fisik kita peroleh adalah terhidar dan terbebasnya dari berbagai macam penyakit , juga tak kalah pentingnya adalah puasa Ramadhan yang kita lakukan memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik kita antara lain:
-
Mengurangi penimbunan makanan atau lemak.
-
Meringankan beban berbagai organ penting tubuh seperti otak, jantung, usus, hati, paru-paru dan ginjal.
-
Memudahkan pembaruan sel-sel tubuh.
Hal ini bisa dimengerti karena salah satu indicator keberhasilan puasa penurunan berat badan atau puasa mencegah kegemukan. Kegemukan akan mengganggu pernapasan, dan berisiko penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi), kencing manis, penyakit jantung, kanker, dan nyeri sendi karena asam urat.
Secara khusus, menurut seorang ilmuwan non muslim, sekurang-kurangnya tercatat 25 penyakit yang dapat disembuhkan lewat puasa. Penyakit itu adalah pilek, flu, bronchitis, sakit kepala, sembelit, gangguan pencernaan, diare, alergi makanan, alergi lingkungan, asma, insomania, penyakit-penyakit kulit, penyempitan pembuluh darah, jantung koroner, angina pectoris, hipertensi, diabetes, keletihan, sakit punggung, penyakit mental (psikologis), kegemukan, kanker dan epilesi.
Di samping itu puasa Ramadhan yang dilaksanakan di Negara Islam atau yang mayoritas penduduknya muslim dapat menurunkan angka kriminalitas yang sifnifikan.
Sumber Rujukan:
Bahar Azwar, Dr. SpB Onk. Tahun 2005. Manfaat Puasa Menurut Ilmu Kesehatan. Cetakan petama. PT Kawan Pustaka. Jakarta.



Artikel


